AN INTRODUCTION TO PHILOSOPHY

Originally Written By Peter Paros Surbakti

Notice:
The writing you are about to read could contain Indonesian Slang which may sound weird for Slang haters. I’m sorry if you are one of them.

Why am I here on Earth?
What am I and What are you?
Why are we different?
What’s the Meaning of life?
Why do I do what I do?
Is there another life out there?
What is Money?

What do you think about these questions? Can you answer any of them?

Well, Stop stop stop, you’re too far!

Sebelum kamu lanjut membaca, yakinkan hati kumu..heheh , pastikan kamu berpikir agak kritis sedikit karena ini agak ribet bahasanya. Bacanya jangan seperti baca novel, karena nggak ada novel sependek ini. Bacanya jangan kayak baca dongeng, karena ini bukan dongeng. Bacanya jangan skimming atau scanning, karena ini bukan soal SBMPTN. 😀 😀

Sebelum aku nulis ini, aku sudah ngelakuin sedikit research dengan CNN, bukan media terkenal Amerika tapi Cuma Nanya Nanya sama beberapa orang diluar sana dan pertanyaannya nggak biasa, yaitu ‘’WHAT IS PHILOSOPHY?’’

Dari banyak orang di pasar (kata orang Medan di Pajak) yang udah aku BBC( Banyak Beri Celotehan) mengenai apa itu FILSAFAT atau in English we call it PHILOSOPHY. Sekarang muncul pertanyaan baru. Kenapa aku sibuk nanyain orang di pasar?? Jawabannya, supaya keliatan agak pinter gituu, nayain filsafat sama tukang sayur hehe..Just kidding, I won’t do that. Sebenernya yang aku tanya adalah beberapa mahasiswa. Berikut beberapa jawaban mereka;

’FILSAFAT adalah cabang ilmu yang paling tua di bumi’’…WOW sungguh seorang sejarawan..

Ada yang bilang, ‘’FILSAFAT adalah kumpulan kata kata bijak tentang cinta yang sangat romantis, yang siapa saja mendengarnya akan jatuh cinta’’..yang bilang ini pasti udah jomblo selama 5 tahun dan baru dapat pdkt..wkwkw

Lanjut..

‘’FILSAFAT adalah sesuatu yang sulit banget untuk dimengerti’’ Jadi ingat mantan pacar yang nggak tau maunya apa 😥

Ada lagi yang bilang ‘’FILSAFAT itu ilmu yang membosankan dan nggak ada gunanya’’ Sakit hatiku dengar ini. Caknyo nak kutabok bolak balik wong cak ini (bahasa Palembang). Haha tapi betul lo, banyak banget orang yang mikir kayak gini.

Tapi ada jawaban yang agak menarik, katanya ‘’FILSAFAT adalah ilmu yang melogikakan segala sesuatu yang membuat seseorang bisa jadi atheis’’ Aku dulu juga mikir kayak gini ni…ada betulnya sih tapi FILSAFAT bukan hanya logika saja. Termasuk juga Metafisika, Etika, Estetika, dll.

Satu lagi yang buat aku bingung oleh seorang dosen dan dijawab pake bahasa Inggris, katanya, ‘’PHILOSOPHY is about the general of all generalities’’. Serius aku suka banget jawaban yang ini walaupun aku nggak ngerti sama sekali.

Maknanya pasti dalam banget.

Setelah aku pikirkan semalaman, akhirnya…….aku masih nggak ngerti. Terpaksa aku tanyain Plato deh. Tau kan Plato??? quick info, Plato adalah muridnya Socrates dan Plato adalah gurunya Aristoteles.

Lah, Kok bisa?

Iya…Aku baca bukunya.

Akhirnya…

Aku yakin maksud dosen hari itu bahwa didalam FILSAFAT kita mencari ide-ide dan membuatnya menjadi satu kesatuan yang umum. Bingung? Contonhnya gini, jaman sekarang, komputer ada dimana-mana. Setuju? Tapi tau nggak kalo pada jaman nabi Musa, Komputer itu nggak ada diamana pun? Jadi, nggak ada nabi yang nullis pake MS Word.

Nah, pertanyaanya, pada waktu itu, komputer ada dimana? Kok bisa tiba-tiba ada gitu?
Diciptakan manusia…Iya betul..tapi dari mana manusia itu menciptakannya, yang tidak ada menjadi ada.

Jawabannya adalah di kepala manusia, di otak manusia, di pikiran Bill Gates. Ide manusia yang dituangkan kedalam sesuatu yang bisa disentuh, yang lebih konkrit. Itulah yang dinamakan budaya. Tapi jangan salah, walaupun komputer itu dulu belum ada, tapi bahan bahannya seperti pasir, logam, dll untuk membuat komputer sudah ada tersebar di Bumi ini. Tinggal ide Manusia yang menggabungkannya dan jadilah Komputer yang sekarang ini aku gunakan.
Dalam kehidupan sehari-hari kita menyebut itu kreativitas. Kreativitas itu sendiri datang dari penggabungan berbagai ide dari hal-hal yang berbeda. Jadi, kalo mau kreatif, jangan hanya mempelajari satu hal.

Kok aku ngomongin budaya dan kreativitas?? Jadi ngaur. Mungkin ini tandanya orang kreatif lol..haha..

Balik lagi ke topik kita, Apa itu FILSAFAT. Kalo kamu cari di buku, Internet, nanya Filsuf(Philosopher) or so whatever, pertama kali yang akan kamu temukan adalah asal kata Filsafat. Filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu:

Philia artinya Love

Sophia artinya Wisdom atau kebijaksanaa.

Jadi, Filsafat artinya Love of Wisdom.

And If you’re a lover of wisdom, You are a philosopher.

Dulu di Yunani, orang yang cinta kebijaksanaan dinamakan Filsuf atau Philosopher. Dan pada saat itu, Filsafat dijadikan profesi untuk nyari uang. Mereka biasaya dijumpai di pasar, ngasih kata-kata bijak sama orang trus dibayar. Kurang lebih seperti Mario Teguh pergi ke pasar dan memotivasi pedagang kemudian minta bayaran. Dengan kata lain mereka para Filsuf menjual kata-kata.

So, If philosophy is love of wisdom, then What is WISDOM?

Kamu mungkin jawab;”Kebijaksanaan (wisdom) adalah pengetahuan (knowledge), knowing things”.

Pertanyaan berikutnya, apakah yang dinamakan Pengetahuan atau knowledge?

Jawaban kamu mungkin, ”Pengetahuan adalah mengetahui kebenaran( knowing the truth)”.
Well, That’s good..tapi apa itu Kebenaran (truth)?

Kamu mungkin akan bilang, ”kebenaran (truth) adalah sekumpulan fakta (facts)”.

Nah, sepertinya kamu udah punya dasarnya. Biar aku jelasin sedikit yang aku tahu bahwa didalam Filsafat, kita berbicara tentang BIG PICTURE QUESTION.

What do I mean by picture?

Bukan foto selfie yang ada di Instagram, tapi segala sesuatu yang ada dipikiran manusia yang sangat sangat abstrak. Artinya itu hanya bayangan dipikiran manusia dan mungkin sesuatu yang kedengarannya impossible tapi ditanyakan manusia. Philosophy looks to understand everything. It could be about EXISTANCE. Whatever it is. I don’t really wanna be so critical by saying the physical world but it is everything (gini ni kalo lagi serius, bahasanya gonta ganti). Alam semesta, Planet, manusia, bumi ini, galaksi diluar sana, baju yang kita pakai, laptop yang aku gunain sekarang. Pokoknya Everything that exists. And What we’re looking at is ‘’What is that?” ”What is this?” ”What is it?” ”What is existence as a whole?” ”What does that all mean in the end?” Itulah yang dinamakan BIG PICTURE QUESTION.

Sedikit rumit kan?

Bukan hanya sedikit. Memang rumit hehe.

Lebih spesifiknya PHILOSOPHY tries to gain an understanding of existence as a whole. Artinya FILSAFAT mencoba untuk menambah pengertian dari apapun yang ada (exist) bukan mengasumsikan ‘’assumption’’. Jadi manusia bukan membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada tapi lebih ke menambah. Seperti komputer tadi. Maksud aku, pasti ada bahan untuk membuat itu menjadi ADA.

Tapi Apa artinya ‘’ADA (exist)’’?

Existence atau ‘’keberADAan’’ adalah SEGALA SESUATU termasuk ‘’Aku’’ ‘’Kamu’’ dan orang-orang diluar sana. Everything in this world includes things in your room, money, animals, includes the sun, the universe, the trees out there, includes your girlfriend, bla bla bla EVERYTHING. It means the concept of EVERYTHING. Whatever it is, we want to understand it as a whole.

Demikian Sedikit tentang Filsafat. Semoga nambah wawasan dan sadar bahwa kita juga sering berfilsafat dalam kehidupan sehari-hari. Maaf kalo ada kesalahan.

Thank you and THINK BIG!

Peter Paros Surbakti

Advertisements

What is True Love? by Peter Paros Surbakti

It’s easy to hate but it’s difficult to love. All good things are difficult to achieve; and bad things are very easy to get.-Confucius

Hi there,

I would like to write something which I think very unusual for me to write about. It’s one of my favorites. It’s something related to PHILOSOPHY, a philosophical thing. I’m not a philosopher but I’m a lover of wisdom. I love to think philosophically and most importantly, I love to think differently.

“WHAT Pete? A philosophical thing??? What the hell!! I don’t even know what philosophy is”.

“Well, I’m not gonna talk about philosophy because it would take hours, days, and even months just to make you have a basic understanding about what it is, what philosophers do, what philosophy for, and stuff like that. But, in order to guide you to read my article better, PHILOSOPHY is all about asking big questions, asking about existing, whatever it is in the Universe, including me, you ,tables, planets, galaxies, books, what you’re reading now, where you are now, and everything that exists and think them as a whole. Confused, haha?? You will be more confused if I say, in philosophy, we call them matter.”

”I don’t get it. Is that all Peter?”

‘’NO, There’s a lot more. I’ll write about PHILOSOPHY specifically in the next article.’’

Alright, the thing that  I want to talk about today is how to make life more fulfilled. I want you to think differently. I’m not crazy but I’ve seen lots of, lots of people mistake that they’re really sure what they think is right but actually needs to be corrected. I mean, we think we know something, but it’s just based on our assumption.
We rarely give ourselves time to think carefully and logically about our lives and how to live them. For example, I’ve heard a lot of times people say a beautiful phrase like ‘’follow your heart’’ which is actually weird. We just say YES because it sounds beautiful. We don’t know its real meaning and even, I’m afraid we can’t put words together the meaning of beautiful, why we call it beautiful, why we love beautiful things unconsciously, and many, many more that we should understand such as money is a key to a good life, fame is great, etc. They are called popular opinions. The problem is that popular opinions edge us towards the wrong values.

Let me give you an example. Because I’m young, I choose LOVE. Now, tell me what’s LOVE? Everybody feels and wants it. I love someone and you have your love, too. But What is LOVE exactly?

I’ve come to ask tens of students in my campus and it’s so fascinating that everybody has their own definition of LOVE. I don’t mean to judge them but most of them say that LOVE means FINDING SOMEONE WHO WANTS YOU JUST THE WAY YOU ARE, which sounds weird to me. That’s an example of popular opinions. You say it, because other people say so. We are influenced by movies, celebrities, public figures, trusted people, and so on.

One of my favorite philosophers, PLATO, once said that ‘’TRUE LOVE IS ADMIRATION’’. What’s admiration? Admiration is a feeling of a great respect. But Plato didn’t mean that to respect someone, is to love someone. He said, ‘’THE PERSON YOU NEED TO GET TOGETHER WITH, SHOULD HAVE VERY GOOD QUALITIES WHICH YOU YOURSELF LACK’’. It means that you need someone who is good at what you are bad at. For example, I’m kind of easy to get bored with anything. So, what’s best for me is to find a humoruos, active, and easy to laugh girl. By getting close to her, I can become a little like she is. I don’t suggest you find someone who is good at all things you’re good at, and vice versa.

Believe or not, you’ll find nothing special. The right person for us helps us grow to our full potential and can complete each other. In a relationship, a couple shouldn’t love each other exactly as they are right now.They should be committed to educating each other. Each person should want to seduce the other into becoming version of themselves. For instance, I’m a student of law so, I would not find a girl from the same faculty as I am. In fact, I’m bad at math and a girl who is good at math is the most fit. Remember that everybody wants love but not everybody gets lasting love.
Thank you.

-Peter Paros Surbakti-

I’m Nervous, Can Anybody Help Me?

Hi there,

”I’m so nervous, I’m gonna die, I’m dumb, I’m depressed, I’m bad, I’m…. er…so complicated. But wait! Am I really gonna die just because of nervousness?”

Oke oke. I’ve seen a lot of people when speaking to an audience, they know exactly that they are saying right things but seem unsure about what they’re saying. Do you know why? Because they’re nervous.

The nervousness changes you and makes your heart beat so rapidly. You feel like you are doing something silly. You think that other people are going to judge you and laugh at you. You feel like you’ve got so much to worry about. You say to yourself, what if I make mistakes during my presentation? speech, or whatever it is. What if I do worse than the previous? and bla bla bla…

Hey, stop it! take a deep breath. It’s normal. You’re not alone. I’m involved too. And many, many people out there have it too. I’m always nervous but not as bad as how I used to be. Below, I’m sharing with you how I deal with it.

1. I simply FACE it
         Depending on who you speak to, most people say that speaking in front of a group is one of the things that scares them the most. Once again, It’s natural to be nervous, even scared to death!  In class and in events like seminar in which I am with strangers, I will definitely make time to speak although I’m nervous. But I just face it anyway. Don’t just be a good listener and mute. The only way to overcome your fear is to face it and the best way to face it is to ask yourself this question like I do – “What is the worst thing that can happen to me?“And if that happened – so what? Will I be dead?” The answer will be NO! The worst thing that can happen in reality, is usually NOTHING!

2. I make it clear before I begin preparing
         Many people speak for quite some time and at the end the people don’t really get what they have listened. The reason for this is that the speaker didn’t really know him or herself. They had not pinpointed their message in a nutshell – the kernel of their message. If you, the speaker cannot say in one sentence or phrase what you are trying to get across, then your focus will be like a magnifying glass that is moving – you will not light a fire under anyone.

3. HOW” (presentation) instead of “WHAT” (content)
         Most “newer” speakers spend most of their preparation time on their content – WHAT they are going to say. This is not good. You need to spend more time on HOW you are going to present the content. The techniques you can use are limitless but it is your presentation OF the content, not the content itself that will determine your success – no exceptions, not even technical presentations! Plan your content using bullet points not sentences – don’t write out your presentation, it will sound like a paper. Use your bullet points as your reminder points. Once you have these, work on the best way to get them across to the audience. Use lots of examples, anecdotes, analogies, metaphor, stories, and illustrations, like my favorite, Simon Sinek.

4. Perform!
         Now put on a performance. Think of every presentation as a worth winning performance and give your audience, your absolute best. They deserve it and it shows respect for them. The reward will be that the audience will respect you for your mastery of your content and your ability to “get the message across”! By the way, they are also much more likely to buy the ideas you are selling – yes, selling! You’re selling ideas. So, work out where your fear lies, then move it out of the way – you have an audience waiting! Yet, everything is easier said than done. But you still can make it.

Thanks, 

Peter Paros Surbakti

How and When to See the Opportunity by Peter Paros Surbakti

Ca va?

This is my second article published on the internet. For you who don’t know about the first, go check it at peterparos.wordpress.com . It’s about tips to learn new languages.

Actually I’m now in campus waiting for someone at 15:30, writing on my phone and a cutie pie is sending me a couple of close-up pictures. She said she would not do that to me. Hahah…it’s a different story. 

The good news is that it is my first article written in English. From now on, most of my articles will be written in English and all based on my experiences that I think I’ve got something to learn from. Not only you can get the point of my stories, but also you can learn English in advanced. I’m going to share with you…. 🙂 This is by no means of showing up but just a few ideas.

First, let me tell you about the daily situation in my classroom. And for those who don’t know, I’m studying LAW at Sriwijaya University. In my faculty, Every student has a card that we use as the proof of our attendance. So, students who sit in some certain places in classroom will collect all cards and put them on the lacture’s table. There are about 80 students, so you can imagine how busy and how much time they spend just signing our cards. But it’s not really a big deal for us. What makes it annoying almost everyday is that some of lactures simply leave our cards on the table after they are finished, which means a lot of students go grabbing their each card without making a line.

So, here’s the story started..Few days ago, the first class in the morning, I was late. Yeah my habit haha.. but I have been more discipline lately. I was coming inside and trying to find a free seat. But I found nothing except one in the corner. So I just sat down right there. And a girl was sitting next to me. I had no idea about her but she did know me. A couple of minutes passed, we finally talked.

Now we’re finished. As I said, the lacture simply left our cards. The girl and I went up to the front to get our cards. OMG, It was like thousands of people in a market, so much noise as well. We were standing near the crowds waiting more and more people get out of the class so we could have a space to get our cards.

Finally, there was a free space. And then I said to the girl, “hey, free space, go grap our card…”
And she said, “no Peter.. too many people, I don’t wanna stand in there ”
And I was like, “come on… free space.. ”
Again she was like, ” You go Pete, I don’t wanna stand in the crowd ”

So I went up and simply leaned in and used my hand through the space. I easily got my card..

And right on that time, I rialized that there’s two kind of people in this world. One is, there are people who see the thing they want. The other one is, there are people who see the thing that’s preventing them in getting the thing they want.

This is the point, we are allowed to take a shortcut to get the thing we want. What we’re not allowed to do is push someone else out of the way and deny them in getting the thing they want. Because I didn’t disturbe anyone, I didn’t put myself and push anyone out of my way. I didn’t deny them. What I did is I sucrificed a choice. I didn’t even get to choose what I wanted.

One of the things that we should know, is to understand How and when to see the opportunity. Because opportunity doesn’t come two times in one moment.

And this is the most important point that I really want you to know!!!
Stay fixed on the things you want, go after them. Use any means necessarily to get the things you want but remember Do not deny anybody else from getting the things they want.
Thanks

Peter Paros Surbakti

Rahasia cepat bisa berbahasa asing by Peter Paros Surbakti

30 MINUTES A DAY???? WHY NOT!!!!

“When you know what sounds right,  everything else is easy”

Knapa sih perlu berbicara bahasa asing selain bahasa kita?  Apasih pentingnya?  Pastinya sudah pada tau kan ya? Jadi ga perlu lagi saya panjang lebar jelasin itu. Yang belum tau,  cari tau aja sendiri. Tanyain tu Mr.Google hehe

Berhubung ini adalah artikel pertama saya di internet, saya tidak yakin hasilnya akan mengesankan. Tetapi saya akan berusaha supaya ilmu yang ingin saya bagikan bisa dengan mudah dimengerti.

Awalnya saya ingin memberi judul setengah jam menguasai bahasa asing pada tulisan saya. Takutnya, saya dikira mengada-ada dan tidak jadi membacanya. Tapi betul lo saya serius banget. Tanpa grammar book, rule, menggunakan flash card, ikut kursus yang mahal, bayar guru private atau cara-cara tradisional lainnya yang diajarkan di sekolah, univeraitas, tempat les, dst.

Tahu nggak mengapa banyak siawa yang merasa sangat sulit bahkan merasa gagal dan putus asa dalam belajar bahasa asing? Sudah belajar bahasa Inggris bertahun-tahun, ikut les, hafal endless number of Vocabulary, hafal grammar dan tata bahasa Inggris, hafal mati konjugasi seperti I go, you go, she goes, he goes, etc. haha. Sudahlah….. tinggalkan itu semua!!! Dan walaupun sudah hafal  banyak, kebanyakan siswa masih nggak bisa berbahasa Inggris. Ketika ngomong dengan native speaker jadi gugup. Kadang hanya bertanya, tapi nggak ngerti apa yang dikatakan oleh native speaker yang diajak berkomunikasi. Kata-kata yang ada di kepala yang sudah dihafal tidak bisa diungkapkan. Lah.. kok Peter tau? Iya, saya sudah pernah  mengajar bahasa Inggris, jadi taulah. Selain itu, saya juga memiliki pengalaman gagal belajar bahasa asing.

Sebelum membuka rahasia lancar berbahasa asing dalam waktu singkat. Saya ingin mengatakan untuk siapa metode dalam artikel ini saya rekomendasikan. Bahwa metode yang akan saya bagikan adalah untuk SEMUA orang tanpa terkecuali. Tidak peduli berapa usia, leve dimana sekarang, seberapa buruk nilai bahasa asing di rapor, atau apapun. Saya yakin metode ini akan membuat siapa saja jadi senang berbahasa asing dan hanya akan menggeleng-gelengkan kepala bahwa ternyata berbahasa asing itu mudah sekali.

Sebenarnya, metode ini saya pelajari dari seorang ahli bernama DR. Paul Pimsleur. Dia melakukan penelitian ini 50 tahun yang lalu. Dia disebut sebagai Albert Einstein of learning languages karena dia juga berfikir outside of the box ( diluar cara fikir manusia pada umumnya, kalo saya menyebutnya sih gila hehe ).

Ketika masih SMA, pada waktu belajar tentang masa prasejarah, selalu ditekankan perbedaan masa prasejarah dengan masa sejarah adalah bahwa belum adanya tulisan pada masa prasejarah. Tidak ada yang dapat menulis apalagi membaca bahkan raja dan ratu sekalipun.

Nah, dari situ saya berpikir, kok mereka dapat berinteraksi dengan bahasa secara normal. Juga pada jaman dahulu kebanyakan orang tidak dapat menulis dan membaca. Nenek saya tidak dapat membaca dan menulis tetapi dapat berkomunikasi dengan bahasa dengan normal. Bahkan, pada jaman sekarang pun, masih ada 25% penduduk bumi yang buta huruf tetapi mereka dapat berbahasa dengan baik. Artinya bahwa siapa saja dapat belajar bahasa apapun tanpa harus menulis dan membaca.

Sekali lagi saya katakan, metode yang akan saya bagikan berlaku untuk siapa saja. Tidak masalah seberapa bodoh Anda di sekolah, usia, profesi, tanpa buku, tanpa menghabiskan waktu belajar grammar yang membosankan.

“Bagaimana kalo saya sibuk sekali dan ga punya banyak waktu luang?”
Itu juga nggak masalah! Anda masih bisa”. Maaf, Saya berbasa-basi disini karena ini sangat, sangat penting!

Dua tahun yang lalu, saya mulai belajar bahasa Prancis di sekolah. Saya adalah siswa yang lumayan pintar dan disenengin guru termasuk guru bahasa Prancis. Saya tidak pernah absen, mendengarkan guru dengan sungguh-sungguh, mencatat setiap grammar yang ada di papan tulis, menghafal kosa kata,  konjugasi kata kerja,  je suis, tu es, il est bla bla bla. Akhirnya, semua tidak sia-sia. Saya mendapat nilai yang sempurna dalam pelajaran bahasa Prancis.  Walaupun saya pikir saya terlambat mengetahui metode ini. Tetapi ingat! Tidak ada kata terlambat dalam belajar.

Yakin bahwa saya bisa berkomunikasi dalam bahasa Prancis, saya pergi ke Berastagi dan berjumpa dengan seorang Prancis dengan anaknya yang masih berusia dua atau tiga tahun. Sebelum berbicara dengan ibunya, saya berbicara dengan anaknya terlebih dahulu.

Betapa terkejutnya saya (alay hehe) karena anak dua tahun tersebut berbicara jauh lebih lancar daripada saya yang berusia 16 tahun pada waktu itu. Kata-kata yang saya hafal tidak dapat saya keluarkan dan hanya kebanyakan berpikir. Nilai 100 tadi tidak menjamin saya dapat berkomunikasi dalam bahasa Prancis.

Seperti kebanyakan siswa, saya menyerah dan ngomong kepada diri sendiri “I’ll never learn French, anymore “. Saya putus asa. Saya mengajari orang lain, tetapi tidak bisa mengajari diri saya sendiri. Saya sadar selama ini saya sudah belajar bahasa dengan metode yang salah.

Perlu dicatat bahwa belajar bahasa asing tidak sama dengan belajar ilmu pengetahuan seperti matematika. Sayangnya, guru mengajari kita seperti itu di sekolah. Itulah sebabnya banyak siawa yang gagal belajar bahasa asing dan mungkin Anda yang sedang membaca ini juga.

Kembali ke waktu ketika saya berkata saya tidak akan pernah lagi belajar bahasa Prancis lagi karena anak dua tahun hari itu. Saya berpikir, mengapa saya tidak belajar saja darinya, maksud saya bukan menyuruh dia jadi guru les saya, tetapi mempelajari mengapa anak itu begitu lancar berbahasa Prancis.

Akhirnya, saya menemukan jawabanya dan sudah saya rangkum untuk saya bagikan. Ini seolah-olah saya menemukan kunci harta karun yang isinya banyak bahasa asing. Saya dulu berpikir itu tidak mungkin, tetapi setelah mengetahui metode tersebut, semuanya menjadi sangat mungkin.

Pertama saya ingin bertanya. Apakah pernah ada anak dua tahun yang sibuk  membaca buku grammar yang tebal, menghafal kosakata, dll? Kedengaran lucu bukan?  Tapi saya serius lo?. Bahkan kita tidak pernah mengajari mereka secara intensif seperti apa yang orang dewasa lakukan.

Anak kecil diibaratkan seperti sebuah spons yang mudah menyerap dengan alami. Faktanya, orang dewasa jauh lebih cepat mengingat daripada anak kecil. Apa yang mereka lakukan adalah MENDENGARKAN.

DR. Pimsleur berkata “when you know what sounds right, everything else is easy ” artinya apabila kamu tahu sesuatu itu kedengarannya benar, maka yang lainnya mudah. Agak sulit? Baiklah, contohnya jika saya bilang I you loves” dengan mudahnya kita tahu itu salah, yang seharusnya “I love you“. Tanpa memikirkan grammar dengan mudah kita tahu kesalahan dari ungkapan itu karena pendengaran kita sudah biasa dengan itu.

Anak kecil mengetahui bahasa dari orang tuannya melalui percakapan. Mereka sudah tahu berbahasa sebelum bisa membaca dan menulis. Bayangkan bila mereka disuruh mempelajarinya melalui membaca dan menulis, mereka bisa saja stress. Dan sebenarnya, mempelajari bahasa dengan membaca dan menulis hanya menghambat dan memperlambat kita.

Iya saya juga tau itu, Peter…Sekarang masalahnya kan bagaimana cara belajar bahasa asing kalo tidak ada native speaker nya?

Saya yakin kebanyakan dari kita sudah mengenal internet, komputer, dan smartphone. Kita dapat meng-instal berbagai aplikasi belajar bahasa apapun di smartphone. Mengapa tidak memanfaatkannya? Saya sudah check sendiri bahwa banyak sekali aplikasi gratis kalo alasanya nggak punya uang dan dikebanyakan aplikasi tersebut terdapat kosakata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, ungkapan-ungkapan, audio, pronunciation, accent, etc.

Kita dapat mendengarkannya dimanapun dan kapanpun. Saat sedang memasak, mencuci, dalam perjalanan, sedang makan, atau sedang melakukan aktivitas apa saja yang memungkinkan. Melalui itu, kita tidak perlu usaha yang besar karena cuma mendengarkan. Selain efektif dan efesien juga menyenangkan karena sama saja kita mendengarkan musik.

Bahasa Inggris memiliki sekitar 1.000.000 kata dan ungkapan. Didalam setiap bahasa pada umumnya kita hanya menggunakan sekitar 2.500 kata dan ungkapan pada percakapan sehari-hari yang kita sebut building blocks.

Dengan memanfaatkan hanya smartphone dan mendownload yang kebanyakan gratis, kita bisa menjadi organic learner atau belajar secara alami seperti cara anak-anak berbicara.

DR. Pimsleur menemukan bahwa dalam mempelajari bahasa asing yang paling baik adalah dengan mendengarkan. Walaupun sebenarnya, ia sendiri adalah visual learner atau kecendrungan belajar melalui pengelihatan. Akan tetapi, ia tidak dapat mengabaikan bukti dari penelitiannya bahwa belajar bahasa paling baik adalah melalui pendengaran.

Jadi, hanya dengan menghabiskan kira-kira 30 menit dalam sehari untuk mendengarkan ungkapan-ungkapan dalam bahasa yang ingin Anda pelajari kuasai, saya yakin dalam beberapa hari Anda sudah bisa berkomunikasi paling tidak dasar-dasarnya. Perlu diketahui bahwa pada saat kalimat dan ungkapan dipelajari, sebenarnya Anda sekaligus mempelajari grammar, kosakata sehari-hari, kalimat yang benar, berbicara selayaknya native speaker seolah-olah terlahir dengan bahasa itu, dan pelajari juga pertanyaan dan cara menjawabnya.

Sekarang bagaimana? Sudah siap belajar bahasa asing? Banyak bahasa asing yang sangat berguna untuk diketahui. Apabila Anda belum menguasai bahasa Inggris, fokuslah pada bahasa itu dulu. Karena dari situ, Anda akan lebih mudah mempelajari bahasa lainnya seperti bahasa Spanyol, Prancis, Italia, Jerman, dll. Semua bahasa ini memiliki struktur yang sama yang akan membuat Anda lebih mudah mempelajarinya. Saran saya sih Anda pelajari bahasa Spanyol setelah bahasa Inggris. Karena selain bahasa Inggris,  bahasa Spanyol juga digunakan sebagai bahasa bisnis dan setelah itu mungkin bahasa Prancis :). Best of luck.

Thanks.

Written by Peter Paros Surbakti